SEKILAS PENJELASAN "TUNDUINA' TAPEMELOI TONDOKTA"
Tunduina' ta pemeloi tondokta' merupakan tema besar dalam agenda dan rumusan yang menjadi flatform perjuangan kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Kalimat tersebut adalah sebuah harapan dan sekaligus dream dari kami, ini bukan sebuah janji tapi merupakan sebuah niat dan tekad yang mengilhami kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif.Dalam pahaman kami kata tunduina' (bantuka'/mohon bantuan) memberikan makna saling membantu dan bergotong royong...tapemeloi tondokta merupakan sasaran dari perjuangan kami, ini adalah sebuah misi yang kami emban.Tondok adalah bagian wilayah dalam sebuah administratif pemerintahan, dalam pandangan kami tondok bukan sekedar bagian dari administratif pemerintahan tapi merupakan sebuah sistem yang utuh, dimana dalam tondok itu ada manusia,ada proses interaksi,ada sistem nilai,ada budaya,dan kehidupan.
jadi kalimat tunduina' tapemeloi tondokta yang menjadi head line diatribut kami adalah harapan dan keinginan besar kami untuk saling membantu membangun kampung (daerah),jadi sasaran misi kami diawal perjuangan dan kedepannya sekiranya kita berhasil dalam perjuangan ini tidak sekedar dalam wujud pembangunan materi tapi juga yg bersifat inmateri.
pembangunan dalam hal materi yg kami maksudkan adalah perjuangan dalam hal kebutuhan yg bisa membantu dan mendorong mobilitas kerja dan kehidupan masyarakat seperti infrastruktur jalan,bantuan kepada para petani dsb. Namun perlu dipahami bahwa tugas seorang legislator bukan membangun jalan atau jembatan melainkan ini tugas eksekutif/pemerintah tapi legislator bisa memperjuangkan dan dengan segalah kewenangan yang dimilikinya bisa memintah kepada pemerintah untuk memenuhi hal tersebut ketika itu menjadi kebutuhan masyarakat.Sedangkan pembangunan inmateri yang kami maksudkan adalah pembangunan mental dan karakter, dimana kita memiliki jiwa kebersamaan, rasa toleransi dan semangat gotong royong yang tinggi, ini semua yang harus kita pertahankan dan tingkatkan.Tidak bisa dinafikkan bahwa dari berbagai iven politik yang telah digelar mulai dari pemilu,pilgub dan pilkada bahkan sampai pemilihan kepala desa telah banyak melahirkan prakmatisme dan politik transaksional (jual beli suara) bahkan terkadang agama dan suku sering dieksploitasi demi sebuah ambisi kekuasaan. jadi tondok yg kita mau bangun (tapemeloi) bukan hanya jalanannya tapi juga manusianya sebagai subjek didalamnya. ini penting karena mental yg cendrung pada politik transaksional sangat merusak dan tidak mendidik masyarakat itu sendiri bahkan jelas-jelas melanggar aturan hukum. Ada 2 hal yang bisa timbul apabilah seorang caleg melakukan politik transaksional, pertama: apabila dia terpilih maka kemungkinan dia tidak akan fokus pada kerjanya sebagai wakil rakyat karena masih berfikir bagaimana caranya supaya bisa mengembalikan seluruh pengeluaran sejak masa kampanye,kedua: apabila dia tidak terpilih maka besar kemungkinan dia bisa stres dan bahkan bisa memicu renggangnya hubungan silaturrahmi dengan masyarakat lainnya karena beda pilihan waktu pemilu.Oleh karena itu sejak awal kami berniat untuk maju sebagai caleg maka kami mencoba belajar menerapkan cara2 politik yang santun dan beretika sesuai pemahaman dan kemampuan kami demi sebuah harapan lahirnya pemilu yang jujur, adil, bebas dan rahasia dan lahir pula legislator yang betul2 memahami hakikatnya sebagai representasi rakyat.Sehingga pemilu bukan tujuan kita melainkan hanya instrumen dalam mewujudkan demokrasi yang bukan sekedar demokrasi prosedural tapi juga demokrasi substansial.
Akhirnya kami mengajak kepada kita semua untuk bergandengan tangan,bahu membahu dalam perjuangan ini, tentu dukungan dari kita semua sangat kami harapkan karena tanpa kita semua kami tidak bisa apa2,salama'ki ta pada salama'
Tunduina' ta pemeloi tondokta' merupakan tema besar dalam agenda dan rumusan yang menjadi flatform perjuangan kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Kalimat tersebut adalah sebuah harapan dan sekaligus dream dari kami, ini bukan sebuah janji tapi merupakan sebuah niat dan tekad yang mengilhami kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif.Dalam pahaman kami kata tunduina' (bantuka'/mohon bantuan) memberikan makna saling membantu dan bergotong royong...tapemeloi tondokta merupakan sasaran dari perjuangan kami, ini adalah sebuah misi yang kami emban.Tondok adalah bagian wilayah dalam sebuah administratif pemerintahan, dalam pandangan kami tondok bukan sekedar bagian dari administratif pemerintahan tapi merupakan sebuah sistem yang utuh, dimana dalam tondok itu ada manusia,ada proses interaksi,ada sistem nilai,ada budaya,dan kehidupan.
jadi kalimat tunduina' tapemeloi tondokta yang menjadi head line diatribut kami adalah harapan dan keinginan besar kami untuk saling membantu membangun kampung (daerah),jadi sasaran misi kami diawal perjuangan dan kedepannya sekiranya kita berhasil dalam perjuangan ini tidak sekedar dalam wujud pembangunan materi tapi juga yg bersifat inmateri.
pembangunan dalam hal materi yg kami maksudkan adalah perjuangan dalam hal kebutuhan yg bisa membantu dan mendorong mobilitas kerja dan kehidupan masyarakat seperti infrastruktur jalan,bantuan kepada para petani dsb. Namun perlu dipahami bahwa tugas seorang legislator bukan membangun jalan atau jembatan melainkan ini tugas eksekutif/pemerintah tapi legislator bisa memperjuangkan dan dengan segalah kewenangan yang dimilikinya bisa memintah kepada pemerintah untuk memenuhi hal tersebut ketika itu menjadi kebutuhan masyarakat.Sedangkan pembangunan inmateri yang kami maksudkan adalah pembangunan mental dan karakter, dimana kita memiliki jiwa kebersamaan, rasa toleransi dan semangat gotong royong yang tinggi, ini semua yang harus kita pertahankan dan tingkatkan.Tidak bisa dinafikkan bahwa dari berbagai iven politik yang telah digelar mulai dari pemilu,pilgub dan pilkada bahkan sampai pemilihan kepala desa telah banyak melahirkan prakmatisme dan politik transaksional (jual beli suara) bahkan terkadang agama dan suku sering dieksploitasi demi sebuah ambisi kekuasaan. jadi tondok yg kita mau bangun (tapemeloi) bukan hanya jalanannya tapi juga manusianya sebagai subjek didalamnya. ini penting karena mental yg cendrung pada politik transaksional sangat merusak dan tidak mendidik masyarakat itu sendiri bahkan jelas-jelas melanggar aturan hukum. Ada 2 hal yang bisa timbul apabilah seorang caleg melakukan politik transaksional, pertama: apabila dia terpilih maka kemungkinan dia tidak akan fokus pada kerjanya sebagai wakil rakyat karena masih berfikir bagaimana caranya supaya bisa mengembalikan seluruh pengeluaran sejak masa kampanye,kedua: apabila dia tidak terpilih maka besar kemungkinan dia bisa stres dan bahkan bisa memicu renggangnya hubungan silaturrahmi dengan masyarakat lainnya karena beda pilihan waktu pemilu.Oleh karena itu sejak awal kami berniat untuk maju sebagai caleg maka kami mencoba belajar menerapkan cara2 politik yang santun dan beretika sesuai pemahaman dan kemampuan kami demi sebuah harapan lahirnya pemilu yang jujur, adil, bebas dan rahasia dan lahir pula legislator yang betul2 memahami hakikatnya sebagai representasi rakyat.Sehingga pemilu bukan tujuan kita melainkan hanya instrumen dalam mewujudkan demokrasi yang bukan sekedar demokrasi prosedural tapi juga demokrasi substansial.
Akhirnya kami mengajak kepada kita semua untuk bergandengan tangan,bahu membahu dalam perjuangan ini, tentu dukungan dari kita semua sangat kami harapkan karena tanpa kita semua kami tidak bisa apa2,salama'ki ta pada salama'



0 comments:
Post a Comment