Latest Article Gandangbatu Sillanan. NEWS
Bustamin B, S.T
Posted by anchar.blogspot.com
Posted on 4:19 AM
with No comments
nama saya Bustamin, lahir di sebuah desa terpercil.. sangat terpencil.. mencoba mengukur kehidupan dengan usia yang hanya di patok sampai 63 tahun durasi kehidupan ummat manusia, namun ada juga yang mencapai 100 tahun hidup sebgai manusia..., saya sarjana teknik elektro dari salah satu perguruan tinggi swasta di makassar selama 6,5 tahun lamanya saya kuliah.. dengan menghasilkan ilmu yang pas-pasan namun perjalan hidup ini akan memberikan ilmu yang begitu melimpah.. jgn khawatir.. alam raya adalah sekolah, dan semua orang itu adalah guruku, termasuk yang punya blog ini.. hehehehe mereka semua adalah guru saya. sekali melangkah maka gayungpun akan menimbah ilmu sebanyak mungkin..
see you next time..
see you next time..
apa ini,? saya tidak tahu
Posted by anchar.blogspot.com
Posted on 4:07 AM
with No comments
masih dalam nuansa Mitos.. sang pengembara mungkin berphoto dengan sang Romonya.. di bukit batu.. luar biasa kawan satu ini.. ingin kuikuti jejak langkahnya yang belajar dari alam menuju kedamaian sejati..! so sweet... hehehehe
Anshar S.T
Posted by anchar.blogspot.com
Posted on 4:02 AM
with 1 comment
inilah seorang pengembara dari bukit sebrang.. melawan arus dan bersahabat dengan alam (katanya) hahaha, tetapi itulah hidup... yang harus dinikmati sebagai manusia yang hidup..
Al Fill Roahim, S.Pd
Posted by anchar.blogspot.com
Posted on 3:58 AM
with No comments
SEKILAS PENJELASAN "TUNDUINA' TAPEMELOI TONDOKTA"
Tunduina' ta pemeloi tondokta' merupakan tema besar dalam agenda dan rumusan yang menjadi flatform perjuangan kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Kalimat tersebut adalah sebuah harapan dan sekaligus dream dari kami, ini bukan sebuah janji tapi merupakan sebuah niat dan tekad yang mengilhami kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif.Dalam pahaman kami kata tunduina' (bantuka'/mohon bantuan) memberikan makna saling membantu dan bergotong royong...tapemeloi tondokta merupakan sasaran dari perjuangan kami, ini adalah sebuah misi yang kami emban.Tondok adalah bagian wilayah dalam sebuah administratif pemerintahan, dalam pandangan kami tondok bukan sekedar bagian dari administratif pemerintahan tapi merupakan sebuah sistem yang utuh, dimana dalam tondok itu ada manusia,ada proses interaksi,ada sistem nilai,ada budaya,dan kehidupan.
jadi kalimat tunduina' tapemeloi tondokta yang menjadi head line diatribut kami adalah harapan dan keinginan besar kami untuk saling membantu membangun kampung (daerah),jadi sasaran misi kami diawal perjuangan dan kedepannya sekiranya kita berhasil dalam perjuangan ini tidak sekedar dalam wujud pembangunan materi tapi juga yg bersifat inmateri.
pembangunan dalam hal materi yg kami maksudkan adalah perjuangan dalam hal kebutuhan yg bisa membantu dan mendorong mobilitas kerja dan kehidupan masyarakat seperti infrastruktur jalan,bantuan kepada para petani dsb. Namun perlu dipahami bahwa tugas seorang legislator bukan membangun jalan atau jembatan melainkan ini tugas eksekutif/pemerintah tapi legislator bisa memperjuangkan dan dengan segalah kewenangan yang dimilikinya bisa memintah kepada pemerintah untuk memenuhi hal tersebut ketika itu menjadi kebutuhan masyarakat.Sedangkan pembangunan inmateri yang kami maksudkan adalah pembangunan mental dan karakter, dimana kita memiliki jiwa kebersamaan, rasa toleransi dan semangat gotong royong yang tinggi, ini semua yang harus kita pertahankan dan tingkatkan.Tidak bisa dinafikkan bahwa dari berbagai iven politik yang telah digelar mulai dari pemilu,pilgub dan pilkada bahkan sampai pemilihan kepala desa telah banyak melahirkan prakmatisme dan politik transaksional (jual beli suara) bahkan terkadang agama dan suku sering dieksploitasi demi sebuah ambisi kekuasaan. jadi tondok yg kita mau bangun (tapemeloi) bukan hanya jalanannya tapi juga manusianya sebagai subjek didalamnya. ini penting karena mental yg cendrung pada politik transaksional sangat merusak dan tidak mendidik masyarakat itu sendiri bahkan jelas-jelas melanggar aturan hukum. Ada 2 hal yang bisa timbul apabilah seorang caleg melakukan politik transaksional, pertama: apabila dia terpilih maka kemungkinan dia tidak akan fokus pada kerjanya sebagai wakil rakyat karena masih berfikir bagaimana caranya supaya bisa mengembalikan seluruh pengeluaran sejak masa kampanye,kedua: apabila dia tidak terpilih maka besar kemungkinan dia bisa stres dan bahkan bisa memicu renggangnya hubungan silaturrahmi dengan masyarakat lainnya karena beda pilihan waktu pemilu.Oleh karena itu sejak awal kami berniat untuk maju sebagai caleg maka kami mencoba belajar menerapkan cara2 politik yang santun dan beretika sesuai pemahaman dan kemampuan kami demi sebuah harapan lahirnya pemilu yang jujur, adil, bebas dan rahasia dan lahir pula legislator yang betul2 memahami hakikatnya sebagai representasi rakyat.Sehingga pemilu bukan tujuan kita melainkan hanya instrumen dalam mewujudkan demokrasi yang bukan sekedar demokrasi prosedural tapi juga demokrasi substansial.
Akhirnya kami mengajak kepada kita semua untuk bergandengan tangan,bahu membahu dalam perjuangan ini, tentu dukungan dari kita semua sangat kami harapkan karena tanpa kita semua kami tidak bisa apa2,salama'ki ta pada salama'
Tunduina' ta pemeloi tondokta' merupakan tema besar dalam agenda dan rumusan yang menjadi flatform perjuangan kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Kalimat tersebut adalah sebuah harapan dan sekaligus dream dari kami, ini bukan sebuah janji tapi merupakan sebuah niat dan tekad yang mengilhami kami untuk maju sebagai calon anggota legislatif.Dalam pahaman kami kata tunduina' (bantuka'/mohon bantuan) memberikan makna saling membantu dan bergotong royong...tapemeloi tondokta merupakan sasaran dari perjuangan kami, ini adalah sebuah misi yang kami emban.Tondok adalah bagian wilayah dalam sebuah administratif pemerintahan, dalam pandangan kami tondok bukan sekedar bagian dari administratif pemerintahan tapi merupakan sebuah sistem yang utuh, dimana dalam tondok itu ada manusia,ada proses interaksi,ada sistem nilai,ada budaya,dan kehidupan.
jadi kalimat tunduina' tapemeloi tondokta yang menjadi head line diatribut kami adalah harapan dan keinginan besar kami untuk saling membantu membangun kampung (daerah),jadi sasaran misi kami diawal perjuangan dan kedepannya sekiranya kita berhasil dalam perjuangan ini tidak sekedar dalam wujud pembangunan materi tapi juga yg bersifat inmateri.
pembangunan dalam hal materi yg kami maksudkan adalah perjuangan dalam hal kebutuhan yg bisa membantu dan mendorong mobilitas kerja dan kehidupan masyarakat seperti infrastruktur jalan,bantuan kepada para petani dsb. Namun perlu dipahami bahwa tugas seorang legislator bukan membangun jalan atau jembatan melainkan ini tugas eksekutif/pemerintah tapi legislator bisa memperjuangkan dan dengan segalah kewenangan yang dimilikinya bisa memintah kepada pemerintah untuk memenuhi hal tersebut ketika itu menjadi kebutuhan masyarakat.Sedangkan pembangunan inmateri yang kami maksudkan adalah pembangunan mental dan karakter, dimana kita memiliki jiwa kebersamaan, rasa toleransi dan semangat gotong royong yang tinggi, ini semua yang harus kita pertahankan dan tingkatkan.Tidak bisa dinafikkan bahwa dari berbagai iven politik yang telah digelar mulai dari pemilu,pilgub dan pilkada bahkan sampai pemilihan kepala desa telah banyak melahirkan prakmatisme dan politik transaksional (jual beli suara) bahkan terkadang agama dan suku sering dieksploitasi demi sebuah ambisi kekuasaan. jadi tondok yg kita mau bangun (tapemeloi) bukan hanya jalanannya tapi juga manusianya sebagai subjek didalamnya. ini penting karena mental yg cendrung pada politik transaksional sangat merusak dan tidak mendidik masyarakat itu sendiri bahkan jelas-jelas melanggar aturan hukum. Ada 2 hal yang bisa timbul apabilah seorang caleg melakukan politik transaksional, pertama: apabila dia terpilih maka kemungkinan dia tidak akan fokus pada kerjanya sebagai wakil rakyat karena masih berfikir bagaimana caranya supaya bisa mengembalikan seluruh pengeluaran sejak masa kampanye,kedua: apabila dia tidak terpilih maka besar kemungkinan dia bisa stres dan bahkan bisa memicu renggangnya hubungan silaturrahmi dengan masyarakat lainnya karena beda pilihan waktu pemilu.Oleh karena itu sejak awal kami berniat untuk maju sebagai caleg maka kami mencoba belajar menerapkan cara2 politik yang santun dan beretika sesuai pemahaman dan kemampuan kami demi sebuah harapan lahirnya pemilu yang jujur, adil, bebas dan rahasia dan lahir pula legislator yang betul2 memahami hakikatnya sebagai representasi rakyat.Sehingga pemilu bukan tujuan kita melainkan hanya instrumen dalam mewujudkan demokrasi yang bukan sekedar demokrasi prosedural tapi juga demokrasi substansial.
Akhirnya kami mengajak kepada kita semua untuk bergandengan tangan,bahu membahu dalam perjuangan ini, tentu dukungan dari kita semua sangat kami harapkan karena tanpa kita semua kami tidak bisa apa2,salama'ki ta pada salama'
Gambaran Wilayah Gandangbatu Sillanan
Posted by anchar.blogspot.com
Posted on 8:20 PM
with No comments
A. KONDISI WILAYAH
a. Sejarah Terbentuknya
Gandangbatu
Sillanan terdiri dari kata Gandang yang berarti Gendang dan Batu (batu
pada umumnya). Gandangbatu Sillanan berasal dari 2 kampung yaitu
Gandangbatu dan Sillanan, yang dalam bahasa Toraja disebut Tondo
Dipadiong Lisunna Pala’, Dipalan Se’ponna Kalepa’ Sang Sipairisan Angin
Dibuntu, Tangsi Painbong, Tangdikallean Malamu’ Si Sapu Lentek
Mangugantanan Sirenden Palak.
1.
Artinya saling peduli dikedua belah pihak, misalnya di Gandangbatu
bersuka ria, Sillanan turut bersuka ria dan sebaliknya jika Sillanan
berduka cita Gandangbatu turut merasakan.
2.
Gadangbatu Sillanan disebut Tondok Da’dua Bua’na dan Tondok
Ma’Palampang Batu yaitu 2 pemerintahan disatukan dan kedua kampung
merupakan 2 hamparan gunung batu yang memiliki motif dan bentuk yang
serupa.
Disis
lain disebut Gandangbatu Sillanan karena budaya di Sillanan berasal
dari Gandangbatu sehingga dengan demikian di gabung menjadi satu
kecamatan dan juga sebagai tempat pemantauan karena ada kesepakatan
untuk satu rasa dan hidup berdampingan, sehingga menjadi sebuah
Kecamatan yang saat ini bernama Gandangbatu Sillanan, yang ibukota
kecamatannya terletak di Kelurahan Benteng Ambeso. Kecamatan Gandangbatu
Sillanan di bentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2000.
b. Letak Geografi
Ø Luas Wilayah
Kecamatan
Gandangbatu Sillanan terletak di Kelurahan Benteng Ambeso yang memiliki
luas wilayah 108,63 Km² dengan Koordinat Geografis berada pada
Mebali03°13’58” LS dan 119°49’42” BT.
Ø Batas Wilayah dibatasi :
- Sebelah Utara : Kecamatan Makale Selatan
- Sebelah Selatan : Kabupaten Enrekang
- Sebelah Timur : Kecamatan Mengkendek
- Sebelah Barat : Kecamatan Rano dan Kecamatan Makale Selatan
Ø Topografi
Kecamatan
Gandangbatu Sillanan yang keadaan wilayahnya tediri dari pegunungan
mempunyai jarak tempuh 30 Km dari Ibukota Kecamatan ke Ibukota
Kabupaten.
c. Jumlah Kelurahan dan Lembang
Secara administratif Kecamtan Gandangbatu Sillanan terdiri dari 3 kelurahan dan 9 Lembang sebagai berikut :
1. Kelurahan Benteng Ambeso 7. Lembang Betteng Deata
2. Kelurahan Salubarani 8. Lembang Buntu Tabang
3. Kelurahan Mebali 9. Lembang Sillanan
4. Lembang Garassik 10. Lembang Gandangbatu
5. Lembang Perindingan 11. Lembang Buntu Limbong
6. Lembang Pemanukan 12. Lembang Kaduaja
B. POTENSI UNGGULAN
Kecamatan Gandangbatu Sillanan mempunyai potensi unggulan, yaitu :
1. Pertanian
2. Peternakan
3. Perkebunan
4. Perikanan
5. Pertambangan
C. KOMPOSISI KEPENDUDUKAN
Jumlah
Penduduk Kecamatan Gandangbatu Sillanan keadaan 28 Februari 2010
tercatat 20.489 jiwa yang terdiri dari laki-laki 10.579 jiwa dan
perempuan 9.910 jiwa.
Sumber : PROFIL KECAMATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN – Tahun 2010





